OpenAI Memperkenalkan Agents API untuk Membangun Aplikasi Agent

OpenAI memperkenalkan Agents API sebagai fondasi untuk membangun aplikasi yang dapat merencanakan pekerjaan, menggunakan tool, dan menjalankan alur multi-langkah. Ini menandai pergeseran dari API yang hanya menghasilkan teks menuju sistem yang dapat beroperasi di dalam workflow.

Hal pentingnya ada pada orchestration. Developer perlu memisahkan instruksi, tool, memory, dan izin tindakan. Agent yang bisa membaca data tidak otomatis boleh mengubah data. Mulailah dengan tool terbatas dan log setiap langkah.

Apa yang bisa dipetik?

Hal pentingnya ada pada orchestration. Developer perlu memisahkan instruksi, tool, memory, dan izin tindakan. Agent yang bisa membaca data tidak otomatis boleh mengubah data. Mulailah dengan tool terbatas dan log setiap langkah. Implementasi sebaiknya dimulai dari skenario kecil agar hasilnya dapat dibandingkan dengan kondisi sebelum perubahan.

const result = await agent.run({ task, tools: ["search", "read"], approval: "required" });

Seperti biasa, dokumentasi, pengujian, monitoring, dan rollback tetap diperlukan ketika perubahan dibawa ke production. Detail teknis harus mengikuti konteks produk dan batasan sistem yang digunakan.

Sumber: https://openai.com/index/introducing-the-agents-api

Transparansi: Artikel ini disusun bersama Codekop AI berdasarkan sumber yang tercantum, lalu ditinjau dan disunting oleh Fauzan Falah. AI dapat keliru, jadi silakan cek kembali sumber asli.

Komentar